Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label magister

Where There Is A Will, There Is A Way - Perjalanan Mendapat Beasiswa

Ungkapan tersebut pastinya udah sering banget kan ya kalian dengar atau baca. Di mana ada kemauan, maka pasti ada jalan untuk mencapai tujuan. Ungkapan tersebut rasa-rasanya adalah yang paling pas menggambarkan situasi yang momi dan teman-teman satu tim alami saat ini. Momi mau sedikit bercerita bagaimana perjuangan momi mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi S2. Awal tahun 2015, momi menyampaikan niatan hati ke suami kalo momi ingin melanjutkan studi magister. Waktu itu keinginan momi cukup menggebu-gebu, apalagi setelah banyak teman-teman momi bisa melanjutkan studi di luar negeri. Kalau diingat-ingat saat itu momi sangat kurang persiapan, tapi nekat melamar beasiswa LN LPDP. Cuma berbekal nilai toefl ITP yang berada di batas persyaratan, rekomendasi dari dosen, belum punya LoA, bahkan belum pasti nantinya mau penelitian tentang apa, hasilnya sudah pasti mudah ditebak. Momi gagal di tahap seleksi substansi. Lalu apalah momi mengurungkan niat melanjutkan studi karena gagal mendap...

Because result never betray the process - akhirnya emak lulus cumlaude!

Finally ..emak ndeso ini punya blog jugak! 😂😂 Tulisan pertama, pengennya cerita perjalanan momi (yang sok-sok'an) menggapai cita-cita..haha Semoga enggak bosan bacanya, syukur-syukur bisa menginspirasi yang sekedar numpang baca 😘😘 Akhirnya transkrip nilai ini sampai di tangan. Sudah lengkap sama nilai tesis. Setelah perjuangan selama 2 tahun, rasanya campur aduk! Terharu banget akhirnya cita-cita lulus s2 bisa tercapai. Waktu pertama kali mengungkapkan keinginan buat kuliah s2, hanya suami, papa mama, dan kakak-kakak yang mendukung. Yang lainnya, memandang sebelah mata. Tidak sedikit yang nyinyir, banyak juga yang nyindir "ibu rumah tangga buat apa kuliah tinggi2". Tapi kayak bola bekel, semakin ditekan maka ia akan melambung semakin tinggi. Semakin diremehkan, maka rasanya semakin berambisi. Waktu itu suami yang menguatkan , meyakinkan bahwa momi bisa, akhirnya tutup telinga dari suara2 yang cuma bikin pening kepala. Suami juga yang nganter war...