Langsung ke konten utama

Postingan

Si Teteh - Para Penghuni Asrama Part 2

Sudah hampir setahun Marni dan Tuti tinggal di asrama Kenanga. Keusilan demi keusilan si teteh sudah pernah merek rasakan. Keusilan yang (paling ringan dan) biasa terjadi adalah suara ketukan di pintu. Biasanya "ketukan palsu" ini terjadi di atas jam 10 malam. Saat pintu dibuka, tidak ada orang yang mengetuk. Keusilan ini dialami hampir semua mahasiswa, bisa dikatakan tidak ada kamar yang terlewat dari ketukan palsu di pintu oleh si teteh. Si teteh ini sepertinya sangat ingin diakui keberadaannya. Sehingga keusilan teteh berikutnya adalah sangat suka ikut berfoto. Pada berbagai acara mahasiswa, misalnya ulang tahun atau buka bersama, saat sesi foto-foto biasanya si teteh akan ikut berfoto di antara para mahasiswa. Apakah hanya di satu foto? Jawabannya: tidak. Si teteh ikut berfoto hampir di semua foto. Baik itu foto rame-rame maupun selfie. Bayangkan saja di setiap foto yang kamu ambil selalu ada bayangan sosok wanita berambut panjang di belakangmu dengan tatapan kosong dan ...

Where There Is A Will, There Is A Way - Perjalanan Mendapat Beasiswa

Ungkapan tersebut pastinya udah sering banget kan ya kalian dengar atau baca. Di mana ada kemauan, maka pasti ada jalan untuk mencapai tujuan. Ungkapan tersebut rasa-rasanya adalah yang paling pas menggambarkan situasi yang momi dan teman-teman satu tim alami saat ini. Momi mau sedikit bercerita bagaimana perjuangan momi mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi S2. Awal tahun 2015, momi menyampaikan niatan hati ke suami kalo momi ingin melanjutkan studi magister. Waktu itu keinginan momi cukup menggebu-gebu, apalagi setelah banyak teman-teman momi bisa melanjutkan studi di luar negeri. Kalau diingat-ingat saat itu momi sangat kurang persiapan, tapi nekat melamar beasiswa LN LPDP. Cuma berbekal nilai toefl ITP yang berada di batas persyaratan, rekomendasi dari dosen, belum punya LoA, bahkan belum pasti nantinya mau penelitian tentang apa, hasilnya sudah pasti mudah ditebak. Momi gagal di tahap seleksi substansi. Lalu apalah momi mengurungkan niat melanjutkan studi karena gagal mendap...

Si Teteh - Para Penghuni Asrama Part 1

Kisah berikut diceritakan kembali berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh seorang teman kuliah Momi di Biotek, saat ia masih berkuliah di Bogor. Enjoy it! ***** Tahun 2010, Marni (bukan nama sebenarnya) diterima sebagai mahasiswa salah satu universitas terkemuka di Bogor. Sebagai anak rantau, Marni harus memilih antara tinggal di kost-kostan atau asrama. Akhirnya ia memilih tinggal di asrama yang disediakan pihak kampus karena harga sewanya lebih murah. Asrama yang Marni tempati tidak terlalu jauh dari kampus, namun juga tidak terlalu dekat. Lokasinya di tengah-tengah kebun dan dikelilingi oleh pohon-pohon besar. Menjelang petang, anak-anak asrama lebih memilih berada di kamar masing-masing daripada melakukan aktivitas di luar, karena jalan menuju asrama cukup gelap dan mencekam untuk dilewati. Asrama tersebut terdiri dari 3 lantai, dengan jendela-jendela menghadap ke luar pada masing-masing kamar. Tidak ada balkon di asrama tersebut, semua temboknya rata dari atas sampai bawah. ...

Mbak-mbak Penghuni Green House - Para Penghuni Lab Part 2

Green house tersebut terletak di atas laboratorium lantai 3. Untuk menuju ke sana, mahasiswa harus melewati deretan anak tangga di ujung utara laboratorium. Beberapa mahasiswa menggunakan green house ini sebagai tempat merawat tanaman yang digunakan dalam penelitian. Namun karena jarang digunakan, kondisi green house ini menjadi kurang terawat. Tirai hitam yang menutupi atap dan dinding green house tersebut tampak berlubang di beberapa tempat. Suasana di dalamnya cenderung "singup" dan kotor karena jarang dijamah manusia. Mahasiswa yang menaruh tanamannya di situ pun hanya sesekali datang mengecek dan tidak berlama-lama di sana. Tak heran jika green house tersebut menjadi bernuansa horor. 👹👹😈😈 Beredar cerita bahwa green house tersebut "dihuni" oleh "mbak-mbak" yang konon merupakan mantan mahasiswa yang melakukan penelitian di sana. Beberapa alumni pernah "tidak sengaja" bertemu dengan mbak...

Yakin Kamu Ngelab Sendirian? - Para Penghuni Lab Part 3

Pernahkan kalian menginap di lab? Atau mengerjakan penelitian sampai larut malam di lab? Tejo (bukan nama sebenarnya) sudah sering melakukannya, baik pulang larut maupun menginap di laboratorium. Apakah Tejo tidak takut? Apakah ia tidak pernah mendengarkan cerita-cerita seram yang beredar di lab? Jawabannya: tentu saja pernah. Tapi ia tidak punya waktu untuk takut. Ia harus segera menyelesaikan penelitiannya. Ia harus segera lulus. Untuk mengatasi rasa takutnya, Tejo tidak pernah ngelab sendiri. Ia selalu mengajak teman untuk menemaninya sampai larut malam. Tapi malam itu temannya tidak bisa datang, sedangkan pekerjaan penelitiaanya tidak bisa ia tinggalkan. Mau tidak mau dia harus bekerja sendirian. Meskipun ada rasa takut, tapi ia tetap nekat. Suasana kampus di menjelang malam sangat sepi. Hanya ada satpam yang berpatroli di sepanjang lorong kampus.  Laboratorium tempat Tejo bekerja berada di ujung barat lantai 3 gedung. Lokasinya sangat jarang dilalui orang. Ruangan lab te...

Because result never betray the process - akhirnya emak lulus cumlaude!

Finally ..emak ndeso ini punya blog jugak! 😂😂 Tulisan pertama, pengennya cerita perjalanan momi (yang sok-sok'an) menggapai cita-cita..haha Semoga enggak bosan bacanya, syukur-syukur bisa menginspirasi yang sekedar numpang baca 😘😘 Akhirnya transkrip nilai ini sampai di tangan. Sudah lengkap sama nilai tesis. Setelah perjuangan selama 2 tahun, rasanya campur aduk! Terharu banget akhirnya cita-cita lulus s2 bisa tercapai. Waktu pertama kali mengungkapkan keinginan buat kuliah s2, hanya suami, papa mama, dan kakak-kakak yang mendukung. Yang lainnya, memandang sebelah mata. Tidak sedikit yang nyinyir, banyak juga yang nyindir "ibu rumah tangga buat apa kuliah tinggi2". Tapi kayak bola bekel, semakin ditekan maka ia akan melambung semakin tinggi. Semakin diremehkan, maka rasanya semakin berambisi. Waktu itu suami yang menguatkan , meyakinkan bahwa momi bisa, akhirnya tutup telinga dari suara2 yang cuma bikin pening kepala. Suami juga yang nganter war...

Mas-mas Misterius yang Tak Ingin Kamu Segera Lulus - Para Penghuni Lab Part 1

Sebagai (mantan) mahasiswa farmasi dan biotek, urusan ngelab udah jadi kegiatan sehari2. Dan kalo udah ngelab, itu bisa dari pagi sampai maghrib. Yang sering seliweran di lab tuh juga banyak, ada laboran (pastinya), ada mahasiswa, ada dosen, ada yang pegawai cleaning service , ada juga penghuni abadi yang gak tau udah dari kapan ngelab di situ ( if you know what i mean ). Penghuni abadi ini jika melakukan "aktivitas"nya juga tidak mengenal waktu, juga tidak peduli suasana sedang ramai atau sepi. Yang punya pengalaman ngelab, minimal pasti udah pernah denger atau diceritain kisah-kisah horor di laboratorium tersebut. Kisah-kisah yang mau momi ceritain ini ada yang berdasarkan pengalaman sendiri, ada yang pengalaman temen waktu ngelab, ada juga yang cuma cerita turun temurun. Karena ada beberapa cerita jadi bakalan panjang kalo dijadiin satu, maka ceritanya mau dibikin part 1, part 2, part 3, dan seterusnya..hehe This is the part 1 ..please enjoy it ! 😉 ******* Pertenga...